Langsung ke konten utama

Postingan

SEPEDA MOTOR

Malam itu, tak kusangka papaku masuk rumah sakit. Ia terjatuh dari motornya, mungkin karena umurnya yang semakin tua. Saat menunggu keadaan papa, aku duduk terdiam dan sejenak berpikir. Tiap orang punya caranya sendiri untuk melindungi orang yang dicintainya. Tapi aku, selalu memakai cara lembut untuk melindungi. Terkenang kembali masa kecilku bersama papa. Papa hobby naik motor dan punya sebuah sepeda motor kesayangan. Waktu kecil aku sangat suka dibonceng papa naik motornya. Waktu itu papa pernah bertanya “Acin, kalau kamu sudah besar, gantian kamu yang bonceng papa ya?”. Waktu itu kujawab saja “Tidak mau, aku mau terus dibonceng papa saja,” jawabku sambil tertawa. Cafe slots777 Seiring berjalannya waktu, aku semakin tumbuh dewasa dan mempunyai pergaulan sendiri di sekolah. Tapi, papaku tetap setia menungguku dengan sepeda motor tuanya itu untuk menjemput dan mengantarku pulang. Padahal aku merasa malu dengan teman-temanku. Sudah besar tetap dijemput ole...

Penantian

Sebuah desa kecil yang tenang berada cukup jauh dari pusat kota. Penduduk di desa tersebut juga tidak terlalu banyak. Penduduk yang ramah dan saling kenal satu sama lain membuat desa ini menjadi sangat tenteram. Di desa tersebut terdapat sebuah sekolah kecil yang sederhana. Seorang anak bernama Xiaojun, salah satu murid di sekolah ini. Ia dijuluki si pengantar surat karena memang itulah tugasnya. Setiap hari setelah pulang sekolah, ia selalu mengantarkan surat-surat ke rumah penduduk. Bahkan, ia melakukannya dengan semangat. Bisa dibilang sudah menjadi hobinya. Ia kenal baik hampir dengan semua penduduk di desa tersebut. Karena pekerjaannya itu, tiap hari ia sering ditunggu-tunggu oleh para penduduk yang berharap mendapat suratnya. Xiaojun tinggal sendiri di sebuah rumah kecil. Papa dan mamanya bekerja di pusat kota dan baru akan kembali saat hari raya Imlek. Tembak Ikan Online Indonesia Diantara para penduduk itu, tinggal seorang nenek. Dia adalah nenek Liu. Ia...

PERMAINAN TERAKHIR

Wilson sangat mencintai Meimei, putri satu satunya, setiap ada waktu luang ia bermain bersama putrinya, bermain tebak-tebakan, petak umpet dan lainnya. Suatu ketika Wilson bertanya pada putrinya apa yang dia inginkan kelak dewasa nanti. “Meimei, nanti kalau besar ingin jadi apa?” “Meimei ingin menikah” jawabnya lugu. Wilson terkejut dan merasa lucu. “Lho kok menikah?” tanyanya. “Iya pa, sebab Meimei suka dengan baju pengantin yang warna putih itu.” Wilson tertawa terbahak-bahak. Tembak Ikan Online Indonesia “Ya, sudah kalau gitu sekarang kita main pengantin-pengantinan” “Ya, pa horeee !” Meimei gembira. Wilson mengambil seprei putih di dalam dan memakainya ke Meimei “Sini, papa buatin baju pengantin buat kamu. Meimei senang sekali dengan baju pengantin sprei buatan papanya. Wilson mengambil boneka beruang putrinya. Dan ia menggandengkannya dengan putrinya. “Nah sekarang Meimei menikah dengan Teddy ..” Meimei tertawa senang dan menggandeng bonekanya seolah-olah sepas...

SAYANG BUKANLAH MISKIN

Aku memiliki seorang Papa yang tidak sempurna. Papaku tidak bisa melihat. Tapi, hal itu tidak mengurangi rasa sayang dan cintaku padanya. Justru karena kekurangannya itulah aku semakin memberikan perhatian dia lebih. Sekalipun aku masih seorang anak kecil, tapi aku ingin terus menyenangkan hati Papa. Aku akan selalu mengurus Papa. Tembak ikan Online Indonesia Aku tahu karena kekurangan papa, ia sulit untuk bekerja dan mencari nafkah. Kami hanya hidup berdua karena mama sudah meninggal. Tapi, papa selalu mengajariku untuk tidak minta-minta, ia tidak ingin dikasihani. Itu sebabnya aku harus bekerja untuk hidup kami. Sekalipun aku masih kecil, aku berusaha untuk bekerja sebisa mungkin. Setiap hari setelah pulang sekolah, aku selalu mencari toko yang butuh bantuan untuk beres-beres. Upahnya tidak seberapa, tapi cukup untuk tambahan kami berdua. Pekerjaan papa sebagai tukang pijat, tapi penghasilannya tidak seberapa. Jadi aku harus berjuang demi papa. Di sekolah, aku juga belajar...

TABUNGAN

Buat ibu-ibu yang sibuk ngumpulkan uang, jangan sampai nasibmu seperti istri pak Yono Masih ada waktu RUBAHLAH pandangan hidupmu Ada satu pasangan suami-isteri , Pak Yono dan Bu Yuni. Pada saat menikah Pak Yono umurnya 29 dan Bu Yuni umurnya 27. Suami istri ini hidupnya hemat sekali, serta sangat ulet dan giat berdagang. Toko buka paling pagi, jam 7, dan tutup paling malam di banding toko lainnya. 10 tahun kemudian, karen keterampilan istrinya mengelola keuangan, mereka sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidup mereka tetap super sederhana. Istrinya sangatlah hemat, bahkan membeli baju barupun cuma 3 potong dalam setahun, itupun cuma sekali di waktu tahun baru. Tas tidak pernah yang bermerek dan tidak pernah ikut arisan atau kongkow bergaul dengan yg lainnya. Judi Slot Joker123 Suami istri ini juga tidak pernah rekreasi. Mereka hanya fokus kerja, kerja, dan kerja. Pulang kerja hanya untuk istirahat. Begitu setiap harinya. Bahkan untuk makan di re...

PULANG

Dulu, kami belum mengerti apapun. Karena miskin kami menggunakan gayung dan mengundi siapa yang bisa melanjutkan sekolah antara aku atau kakakku. Kami kadang juga tidak mengerti mengapa ayah selalu marah dan menghukum kami. Yang kami tahu hanyalah rasa sakit. Ingin pergi dari rumah secepat-cepatnya supaya ayah tidak ikut campur lagi. Tembak Ikan Saat itu, kami masih berada diatas bahu papa yang begitu kuat dan kekar. Seolah-olah lengan ini bisa melewati gelombang kehidupan dan m emanggul dunia. Saat kami ada yang sakit, demam yang begitu tinggi. Ayah membawa kami ke rumah sakit. Ia tidak mempedulikan dirinya sendiri. Ia menempuh hujan yang amat deras demi kami. Cintanya bagaikan gunung yang begitu kokoh dan menggetarkan. Ia bekerja banting tulang demi anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Ia tidak pernah mengungkapkan perasaannya, hanya diam-diam menanggung kesedihannya sendiri.  Tidak terasa, waktu terus berjalan. Punggungnya mulai membun...

MENEMANI MAYAT SELAMA 40 HARI

Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: "Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku." Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi mayat." Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adik-adikku, sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!" Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke se antero negeri. Akhirnya, sampai jugalah pada...