Malam itu, tak kusangka papaku masuk rumah sakit.
Ia terjatuh dari motornya, mungkin karena umurnya yang semakin tua.
Saat menunggu keadaan papa, aku duduk terdiam dan sejenak berpikir. Tiap
orang punya caranya sendiri untuk melindungi orang yang dicintainya.
Tapi aku, selalu memakai cara lembut untuk melindungi. Terkenang kembali
masa kecilku bersama papa.
Papa hobby naik motor dan punya
sebuah sepeda motor kesayangan. Waktu kecil aku sangat suka dibonceng
papa naik motornya. Waktu itu papa pernah bertanya “Acin, kalau kamu
sudah besar, gantian kamu yang bonceng papa ya?”. Waktu itu kujawab saja
“Tidak mau, aku mau terus dibonceng papa saja,” jawabku sambil tertawa. Cafe slots777
Seiring berjalannya waktu, aku semakin tumbuh dewasa dan mempunyai
pergaulan sendiri di sekolah. Tapi, papaku tetap setia menungguku dengan
sepeda motor tuanya itu untuk menjemput dan mengantarku pulang. Padahal
aku merasa malu dengan teman-temanku. Sudah besar tetap dijemput
olehnya sehingga tidak ada waktuku bersama teman-teman.
Tapi,
dia tetaplah papaku. Dia adalah orang yang paling peduli denganku.
Perhatiannya tidak pernah lepas dariku. Dengan motornya, ia selalu setia
mengantarku kemanapun. Tembak Ikan Joker123
Aku ingat waktu itu, saat aku diberi
tugas sekolah membuat kostum robot untuk drama sekolah. Saat Papa
berniat mengantarku aku menolaknya, karena kostum itu begitu besar,
sehingga tidak mungkin aku menggendongnya sambil di bonceng olehnya.
Tapi papa tetap bersikeras mengantarku. Akhirnya, ia memakai kostum itu
di tubuhnya selagi dia mengantarku ke sekolah.
Sungguh
menggelikan melihatnya mengenakan kostum robot sambil mengendarai motor,
tapi ia tidak perduli. Baginya mengantarku sampai sekolah lebih penting
daripada ditertawakan orang lain.
Aku melihat keadaan papa yang
sekarang, terbaring di rumah sakit karena kecelakaan. Papa yang dulu
kuat dan tegar sekarang tubuhnya lemah dan tua. Aku tahu terlalu
berbahaya untuk orang seusianya mengendarai motor, ia sudah tidak
seharusnya mengendarai motor. Tapi itulah ayahku dengan motor
kesayangannya.
Sepulang aku menengoknya di rumah sakit, aku
memeriksa kerusakan akibat kecelakaan pada sepeda motor papa itu. Saat
memeriksa tempat penyimpanan barang di motor, aku menemukan sebuah surat
wasiat dan sebuah pesan dari papa. Slot Online Indonesia
Surat wasiat penyerahan
seluruh hartanya padaku dan sebuah surat kepadaku agar tidak perlu repot
menolongnya apabila terjadi sesuatu padanya dan melanjutkan
kehidupanku.
Ternyata papa sudah sadar bahaya dari mengendarai
motor di usianya ini. Aku menitikkan air mata. Aku memiliki seorang papa
yang unik dengan motor kesayangannya yang selalu berusaha melindungiku
dengan caranya sendiri. Slot Online Terpercaya Indonesia
Keadaan papa sudah membaik dan ia boleh
pulang. Aku telah memutuskan sebuah cara yang lembut agar papa tetap
bisa naik motor kesayangannya tanpa membahayakan dirinya.
Papa sekarang aku yang akan memboncengmu kemanapun kau akan pergi. Aku sayang padamu, papa.


Komentar
Posting Komentar