Langsung ke konten utama

PULANG




Dulu, kami belum mengerti apapun. Karena miskin kami menggunakan gayung dan mengundi siapa yang bisa melanjutkan sekolah antara aku atau kakakku. Kami kadang juga tidak mengerti mengapa ayah selalu marah dan menghukum kami.

Yang kami tahu hanyalah rasa sakit. Ingin pergi dari rumah secepat-cepatnya supaya ayah tidak ikut campur lagi. Tembak Ikan

Saat itu, kami masih berada diatas bahu papa yang begitu kuat dan kekar. Seolah-olah lengan ini bisa melewati gelombang kehidupan dan memanggul dunia.

Saat kami ada yang sakit, demam yang begitu tinggi. Ayah membawa kami ke rumah sakit. Ia tidak mempedulikan dirinya sendiri. Ia menempuh hujan yang amat deras demi kami. Cintanya bagaikan gunung yang begitu kokoh dan menggetarkan.


Ia bekerja banting tulang demi anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Ia tidak pernah mengungkapkan perasaannya, hanya diam-diam menanggung kesedihannya sendiri. 


Tidak terasa, waktu terus berjalan. Punggungnya mulai membungkuk, rambutnya memutih dan kerutan mulai memenuhi dahinya. Tapi, yang ia katakan adalah asalkan kami berhasil, matipun dia akan tertawa bahagia.




Ia yang selalu mengkhawatirkan kami, saat kami tidak pulang atau tidak memberi kabar padanya. Saat masih muda, seringkali kita berpikir kita punya sayap yang perkasa dan bisa terbang sesuka hati. Tapi pernahkah terpikirkan oleh kita perasaan papa? 


Sehari tanpa kabar, sebulan tanpa kabar, setahun tanpa kabar, bagaimana perasaannya? Langkah kakinya melalui tiap sudut yang pernah kau lewati. Baginya, tiap detik kita tidak ada, itulah saat yang paling menyakitkan.
slot games

Pulanglah, kembalilah ke tempat kau dibesarkan. Tempat dimana kau pertama kali mempunyai impian. Disana ada kawan masa kecilmu. Disana ada awan putih di langit biru. Dan disana ada orang yang sangat kau kenal. Yang sedang menunggumu untuk pulang. Dulu, dialah yang melindungi kita sebagai gunung yang kuat. Sekarang giliran mu menjadi pelindungnya. 


Apakah yang ia perlukan? uang? Yang ia inginkan hanyalah sebuah telepon dan pelukan, itu jauh lebih berharga baginya. Jangan tunggu sampai cinta itu menjadi penyesalan. Kembalilah pada ayahmu dan rumahmu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENEMANI MAYAT SELAMA 40 HARI

Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: "Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku." Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi mayat." Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adik-adikku, sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!" Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke se antero negeri. Akhirnya, sampai jugalah pada...

Teruntuk para makhluk yg disebut SUAMI monggo di baca!!!

Lagi heboh pelakor yaa... Cuma mau bilang sih... Jangan sia siakan berlian di rumahmu demi pecahan beling kotor di pinggir jalan. Istri itu punya insting alami lho, kayak hiu .. walaupun cuma setetes darah aja dia bisa tau. jangankan bini muda, Lahh...duit nyimpen di loteng aja bisa ketahuan ama istri yang punya bakat detektif. Slot Online Indonesia Ingatlah...Sepandai pandainya menyimpan istri muda akhirnya dia akan tua juga... ga usah tergiur ama dempulan sementara ada yang cantik alami semriwing menunggu dirumah. Mau istrinya cantik kayak Raisa, Mau istrinya bohay kayak Nikita, Mau istrinya mulus kayak Nia Ramadhani .. yaa... dimodalin dong..., coba di inget siapa yang nemenin waktu kamu dulu masih buluk, kurus,,dekil, miskin. Istri...!! bukan Raisa,Nikita apalagi Nia.. Istri yang punya jam kerja 25 jam sehari.. (Saking berlebihnya jam kerjanya) ,ngurusin anak , suami dan rumah tapi dia sendiri ga kurus kurus alias melar semua , gak keurus, bahkan di saat jam i...

TABUNGAN

Buat ibu-ibu yang sibuk ngumpulkan uang, jangan sampai nasibmu seperti istri pak Yono Masih ada waktu RUBAHLAH pandangan hidupmu Ada satu pasangan suami-isteri , Pak Yono dan Bu Yuni. Pada saat menikah Pak Yono umurnya 29 dan Bu Yuni umurnya 27. Suami istri ini hidupnya hemat sekali, serta sangat ulet dan giat berdagang. Toko buka paling pagi, jam 7, dan tutup paling malam di banding toko lainnya. 10 tahun kemudian, karen keterampilan istrinya mengelola keuangan, mereka sudah memiliki deposito 30 milyar di bank, tapi hidup mereka tetap super sederhana. Istrinya sangatlah hemat, bahkan membeli baju barupun cuma 3 potong dalam setahun, itupun cuma sekali di waktu tahun baru. Tas tidak pernah yang bermerek dan tidak pernah ikut arisan atau kongkow bergaul dengan yg lainnya. Judi Slot Joker123 Suami istri ini juga tidak pernah rekreasi. Mereka hanya fokus kerja, kerja, dan kerja. Pulang kerja hanya untuk istirahat. Begitu setiap harinya. Bahkan untuk makan di re...