Ia adalah seorang lelaki biasa dengan banyak kekurangan. Hidupnya bisa dibilang jauh dari kata cukup. Ia hanya hidup dengan bekerja sebagai kuli panggul di kota. Bersekolah selama 3 tahun dan menjadi kuli panggul selama 30 tahun.
Belum lama ini, istrinya yang sangat dia sayangi jatuh sakit dan harus masuk ke rumah sakit. Ia tidak punya biaya sama sekali. Ia juga belum bisa kembali ke desanya untuk merawat istrinya.
Ia meminta tolong pada saudaranya untuk menjaga istrinya di rumah sakit sedangkan ia harus bekerja keras untuk mencari uang. Joker
Persoalan hidup yang ia hadapi begitu berat. Walaupun demikian, ia tidak pernah menyerah. Ia adalah orang yang jujur. Suatu hari, ia mendapat kerja untuk mengangkat 2 buah karung besar. Ia mengikuti si bos ke tempat tujuannya. Tapi di tengah perjalanan, ia kehilangan arah dan terpisah dari si bos di tengah kerumunan banyak orang.
Ia begitu panic, begitupun dengan si bos. Mereka saling mencari tapi tetap tidak bertemu. Ia terus mencari si bos dan bertanya kepada setiap orang bahkan sampai ke polisi setempat. Tapi, tidak ada orang yang melihat si bos.
4 hari telah berlalu dan ia tetap tidak bisa menemukan si bos. Ia tetap menjaga barang itu dengan sepenuh hati. Bahkan, saat temannya mencoba untuk membuka dan mengambil beberapa barang itu, ia memarahi dan mengusir temannya. Ia benar-benar menjaga barang itu dengan sangat baik
Cuaca semakin memburuk. Ia bahkan juga sempat jatuh sakit. Tapi ia tetap berjuang. Di hari kelima, dimana cuaca sedang hujan dan sangat dingin, ia melanjutkan pekerjaannya. Ia mencoba lagi untuk mencari si bos. Tembak Ikan
Orang-orang di sekitarnya sudah menyarankan untuk menjual barang-barang itu untuk membiayai istrinya di rumah sakit. Banyak hasutan orang-orang untuk mengambil untung dari barang itu. Bahkan ada yang sampai mencaci-makinya.
Ia tetap tidak ingin menjual barang itu dan masih berharap akan ketemu pemilik barang itu. Orang-orang di sekitarnya agak jengkel melihat tindakannya yang seolah ‘bodoh’.
Tapi, ia tetap menjaga integritasnya. Sekalipun kecil kemungkinan untuk bertemu pemilik barang itu lagi setelah 5 hari, ia tetap menjaga barang itu. Ia sudah berjanji pada pemilik barang untuk menjaga barangnya dengan sepenuh hati. Maka dari itu, ia berusaha untuk tetap menepati janji itu dan tidak mengingkarinya. Bahkan, saat orang-orang mendesaknya untuk menjual barang itu, ia mengeluarkan sebuah pernyataan,
“Aku mungkin miskin dan tidak punya uang, tapi bukan berarti aku tidak punya moral !”
Sekalipun ia sangat butuh uang untuk pengobatan istrinya, ia tetap menjadi orang yang jujur dan menepati jani untuk menjaga barang sampai kembali ke tangan si pemiliknya.
Akhirnya, ia sekali lagi datang ke polisi setempat untuk melapor. Setelah beberapa lama, polisi itu menghampirinya lagi untuk dibawa ke kantor. Ternyata disana ada si bos pemilik barang yang menunggu. Ia sangat senang bisa bertemu dengan si pemilik barang. Si bos sangat takjub dengan kejujurannya. Si bos sangat berterimakasih padanya karena telah menjaga barangnya dan telah mengembalikannya. Cafeslots777
Akhirnya, ia dibayar dengan upah yang berkali lipat. Ia sangat bersyukur dan segera kembali ke desanya untuk merawat istrinya. Ia dapat melunasi semua pengobatan istrinya. Semua telah dibayar oleh sebuah kejujuran. Mungkin dia hanya seorang kuli panggul, tapi dia memanggul setiap janji dengan hatinya dan memegang setiap kepercayaan. Moral jauh lebih berharga daripada uang.

Komentar
Posting Komentar