Langsung ke konten utama

Hari Terakhir Bersekolah


Namaku adalah Siew Fang. Aku masih duduk di bangku sekolah tingkat akhir dan tinggal menunggu hasil akhir untuk dinyatakan lulus. Aku tinggal di keluarga kecil yang cukup bahagia.

Aku bersama papa dan kedua adik kecilku menjalani hari yang menyenangkan sebagai sebuah keluarga, walaupun ada sesuatu yang kurang semenjak kepergian mama. Mama telah berjuang menghadapi penyakit ganas di tubuhnya. Mama selalu menjadi sosok teladan bagiku.

Papa mengalami kelumpuhan pada kakinya setelah suatu kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu. Sehingga aku yang bekerja untuk mencari nafkah karena aku adalah anak tertua. Setiap hari seusai pulang sekolah, aku selalu pergi bekerja di sebuah toko kue.

Tapi, bukan berarti aku tidak bisa belajar untuk sekolahku. Aku tetap belajar dengan rajin untuk sekolahku. Orang bilang aku mempunyai sifat yang sama dengan mama,yaitu pekerja keras. Keseharianku ini membuat aku tidak bisa seperti anak yang lain.

Mereka bisa bersenang-senang dan pergi kemanapun. Tapi aku harus bekerja dan belajar dengan keras untuk keluargaku. Bagiku keluarga adalah hal yang sangat penting. Bahkan bisa kukatakan paling penting.

Hari pengumuman pun tiba. Hari terakhir aku bersekolah. Satu per satu murid dipanggil untuk menerima hasil belajar mereka selama di sekolah. Giliranku pun tiba untuk dipanggil. Guruku memberi selamat karena aku lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Aku mungkin senang, tapi di sisi lain aku juga merasa bingung.

Setelah pulang, aku cukup lama berdiam di kamarku untuk memikirkannya. Aku punya keinginan untuk masuk universitas dan melanjutkan pendidikanku. Mungkin nilaiku bisa dibilang cukup untuk masuk.

Tapi, setelah kupikir lagi, kalau aku mengambil kesempatan itu, aku tidak akan punya waktu untuk bekerja lagi. Bagaimana aku bisa membiayai keluargaku. Aku adalah satu-satunya harapan keluarga. Aku harus mengutamakan keluargaku.

Akhirnya, keputusanku telah bulat. Aku akan terus bekerja untuk membiayai keluarga. Malam itu saat kami makan malam, aku tidak menduga bahwa hal ini akan terjadi…
“Siew Fang, bagaimana hasil nilai di sekolahmu?” tanya papa.
“….hasilnya tidak bagus, Pa.” jawabku agak pelan.

“Kenapa? Bukankah kamu selalu belajar tiap malam?”
“Pa, sebenarnya…aku mau mulai untuk bekerja.”
“Bekerja katamu!? Sekolah saja tidak benar bagaimana bisa kamu bekerja?? Siapa orang yang mau menerima kamu bekerja!? Apa kamu mau jadi sampah seperti aku!?” Teriak papa dengan sangat marah

“Tapi, aku bisa membiayai keluarga, Pa.”
“Tidak perlu! Tidak perlu kau membiayai keluarga! Kalau kamu mau bekerja, jangan pulang lagi ke rumah!”
Keadaan menjadi sangat tegang. Kedua adikku hanya bisa terdiam dan seperti ketakutan. Aku juga hanya bisa terdiam melihat papa yang marah besar.

“Kalian juga dengar! Jangan seperti kakakmu yang gagal!” kata papa juga kepada adikku.
Papa pergi meninggalkan ruang makan dan masuk ke kamarnya. Aku hanya bisa menangis. Apa yang harus kulakukan? Aku sangat tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Ini tidak seperti yang kuharapkan. Kukira papa akan setuju kalau aku bekerja sehingga aku berbohong soal nilaiku.

Hari-hari berikutnya, papa menjadi sangat dingin padaku. Ia tidak ingin bicara denganku. Papa juga jadi sering mengunci diri di kamar dan tidak mau makan. Aku merasa bersalah karena telah membuat papa marah dan menyakiti hatinya. Tapi, aku sebisa mungkin tetap mengurus papa dan keluarga.

Hari itu, papa masuk ke dalam kamarku tanpa sepengetahuanku. Ia melihat-lihat meja belajarku. Ia mengambil sebuah buku, tempat dimana aku menyimpan hasil nilai belajarku. Saat ia melihat, ia sangat terkejut. Saat aku masuk, aku melihat papa menangis. Ia meminta maaf dan menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi.

 Aku segera berlari padanya dan memeluknya untuk mencoba menenangkannya.
Mungkin kadang hidup tidak berpihak dengan kita. Tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi bagaimanapun juga, kita harus menghadapinya dengan tabah. Masa depanku dan keluarga ada di tanganku. Begitupun juga denganmu….


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENEMANI MAYAT SELAMA 40 HARI

Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: "Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku." Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi mayat." Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adik-adikku, sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!" Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke se antero negeri. Akhirnya, sampai jugalah pada...

Teruntuk para makhluk yg disebut SUAMI monggo di baca!!!

Lagi heboh pelakor yaa... Cuma mau bilang sih... Jangan sia siakan berlian di rumahmu demi pecahan beling kotor di pinggir jalan. Istri itu punya insting alami lho, kayak hiu .. walaupun cuma setetes darah aja dia bisa tau. jangankan bini muda, Lahh...duit nyimpen di loteng aja bisa ketahuan ama istri yang punya bakat detektif. Slot Online Indonesia Ingatlah...Sepandai pandainya menyimpan istri muda akhirnya dia akan tua juga... ga usah tergiur ama dempulan sementara ada yang cantik alami semriwing menunggu dirumah. Mau istrinya cantik kayak Raisa, Mau istrinya bohay kayak Nikita, Mau istrinya mulus kayak Nia Ramadhani .. yaa... dimodalin dong..., coba di inget siapa yang nemenin waktu kamu dulu masih buluk, kurus,,dekil, miskin. Istri...!! bukan Raisa,Nikita apalagi Nia.. Istri yang punya jam kerja 25 jam sehari.. (Saking berlebihnya jam kerjanya) ,ngurusin anak , suami dan rumah tapi dia sendiri ga kurus kurus alias melar semua , gak keurus, bahkan di saat jam i...

11 Kutipan Bob Sadino yang Menampar Untuk Tidak Jadi Karyawan Selamanya. Dalem Bacanya!

Slotberita- 11 Kutipan Bob Sadino yang Menampar Untuk Tidak Jadi Karyawan Selamanya. Dalem Bacanya! Bob Sadino memang telah berpulang. Namun, ilmunya tentang bagaimana memulai usaha sampai sekarang menginspirasi banyak anak muda. Tidak ada istilah passion dalam kamus mendiang Om Bob. Cukup kerja keras dan nekat saja dalam membangun sebuah bisnis. Banyak yang setuju dengan rahasia suksesnya itu, namun tak sedikit yang meragukannya. Bagaimana pun, banyak anak muda yang lantas mengikuti jejak langkahnya. Bahwa ketika memulai sebuah usaha, yang harus kamu lakukan adalah aksi nyata. Jangan biarkan dirimu dibayangi oleh banyak pertimbangan yang hanya memberatkan pikiran.  https://tinyurl.com/ukurantoket Just start and take action! Sebab bagi Om Bob bisnis yang bagus itu adalah yang dijalankan, bukan yang ditanya terus. Wahai, kamu yang bercita-cita jadi pengusaha, setuju nggak sama kutipan Om Bob di atas? Setuju atau nggak, kali ini Hipwee bakal membakar semangatmu untuk segera me...